crypto

Tentang Fatwa Haram Kripto, Bagaimana di Malaysia dan Arab Saudi?

Para pelaku perdagangan kripto di Indonesia memberikan dukungan keputusan MUI mengharamkan kripto sebagai mata uang. Hal tersebut searah dengan UU mengenai Mata Uang dan Peraturan Bank Indonesia yang hanya mengaku rupiah sebagai alat transaksi atau pembayaran resmi. Tetapi fatwa MUI mengatakan jika secara komoditas yang punya underlying di kripto sah diperjualbelikan.

“Kami memang tak pernah berjuang menjadikan Kripto sebagai mata uang tapi sebagai alternatif investasi untuk masyarakat,” kata CEO Indodaxx yang juga perintis bisnis bitcoin di Indonesia kepada tim Blak-blakan detikcom, Senin (15/11/2021).

Di beberapa negara maju seperti Jepang dan Amerika, dia meneruskan, memang menerima sebagai currency (alat pembayaran). Bahkan juga di Jepang bitcoin telah sama dengan Yen, dan di El Salvador terima bitcoin sebagai salah satu aset sebagai jaminan devisa negaranya.

Sementara di negeri jiran Malaysia, kata Alumni Teknologi dan Sistem Informasi dari Universitas Monash, , bitcoin ditempatkan sebagai saham. Dengan demikian pengaturannya mengikuti ditetapkan lembaga pengatur perdagangan saham.

Baca Juga  4 Tol yang Terapkan Ganjil Genap saat Nataru

Begitupun dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang kini sedang masuk tahapan uji coba di bank sentralnya untuk menyiapkan mata uang berbasis blockchain atau disebutkan token kripto.

Semenjak dikenalkan pada 2009, pebisnis Kripto terus tumbuh berlipat dengan cepat, begitupun dengan nilai transaksi bisnisnya. Oscar Darmawan menyebutkan jumlah member yang berdagang di Indodaxx capai 4,5 juta orang.

“Nilai transaksi tiap hari antara Rp 1,5 – 2 triliun, bahkan pernah tertinggi mencapai Rp 4 triliun,” kata Oscar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *