mui

MUI Menyebut Kripto Bisa Jadi Halal, Tapi Harus Penuhi Syarat Berikut

Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru saja keluarkan fatwa haram untuk kripto sebagai alat pembayaran atau alat tukar. Walau demikian, pihaknya menyebutkan tidak tutup kemungkinan suatu saat ketentuan akan beralih menjadi halal.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Kyai Fakhrur Razi menjelaskan hukum akan berkembang sesuai alasannya. Sekarang ini alasan dilarang karena aset kripto dipandang memiliki kandungan gharar, dharar, dan qimar yaitu tidak mempunyai nilai pasti yang membuat orang spekulasi seperti berjudi, tidak ada manfaat, dapat merugikan dan tidak ada negara yang menjaminnya.

Bila itu semua dapat terlewati, jadi tidak menutup peluang kripto bakal menjadi halal di Indonesia.

“Kalau memang sudah tidak mengandung gharar, artinya itu aman diperjualbelikan, tidak tipu-tipu, tidak menimbulkan kerugian dan bukan alat spekulasi, bukan judi, ilmu itu memang clear, ya clear,” kata Fakhrur dalam program d’Mentor detikcom, Rabu (17/11/2021).
“Kalau memang negara melindunginya, ada regulasi yang mengaturnya, yang menjamin keselamatannya, mungkin, sangat mungkin jadi halal,” tambahnya.
Fakhrur menyebutkan ada fatwa haram MUI pada kripto sekarang ini membuat perlindungan kepada warga. Ia tidak mau semakin banyak warga yang dirugikan karena tergoda dengan keuntungan besar.
“Intinya kita ingin melindungi jangan sampai umat kita tertipu, tiba-tiba terjadi ledakan dan mereka semua (dirugikan). Banyak orang yang coba-coba, musim pandemi ini mungkin orang nggak kerja di luar, akhirnya coba di internet, ikut-ikutan akhirnya yang buntung, buntung, yang untung, untung, ini jangan sampai. Kita ingin mereka sehat, investasi secara sehat. Orang cari untung boleh, tapi bukan menang-kalah, bukan berjudi,” tuturnya.

Baca Juga  BLT BPJS Ketenagakerjaan tidak cair di rekening bank ini, simak selengkapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *